Dimensi itu Bernama Kamu...
gue lagi duduk di kereta.
kereta yang akan membawa gue ke kota Bandung malam ini.
perjalanan yang memakan waktu 24 jam ini terasa melelahkan.
sambil membunuh waktu, dan mendapat ilham dari mana, gue malah baca-baca lagi tentang tulisan di blog ini.
blog yang udah lama nggak gue update.
dan gue tersenyum kecil waktu baca postingan tentang perasaan gue waktu patah hati.
perasaan yang sama seperti apa yang gue rasakan sekarang.
gue menarik nafas, dan menghembuskannya lagi.
nafas gue berat. mungkin gajah bisa keluar dari dengusan nafas gue ini.
nggak tau, udah berapa kali gue menghela nafas, mungkin hanya untuk meringankan perasaan berat yang ada di hati ini.
gue ngelihat di samping kursi gue sekarang, masih kosong.
melihat keluar jendela, semua gelap. mungkin hanya terlihat kemerlip lampu jalan yang terlewati oleh kencangnya laju kereta.
sama seperti yang gue rasain sekarang, hati gue rasanya sepi, gelap, dan rasanya ada ruang kosong disana.
waktu menunjukan masih pukul 8 malam, kereta ini berhenti di stasiun.
gue nggak tau ini stasiun apa, gue nggak tertarik buat mencari tau.
gue malah tertarik melihat suasana sekitar, ada sepasang suami istri yang sudah tua, yang masih mesra di umur mereka sekarang.
jadi iri kalau ngelihat mereka.
gue menghela nafas lagi.
gue nyetel lagu di hape, You-nya Ten2Five
You.. You turn my whole life so blue
Drowning me so deep, I just can reach myself again
You.. Successfully tore myheart
Now it’s only pieces
Nothing left but pieces of you
kalo lagi patah hati kayak gini, denger lagu kayak gini, bawaannya pingin nangis di bawah shower.
tapi ini di kereta, nggak ada shower. mungkin bisa diganti nangis sambil disiram ember.
pikiran gue menerawang,
bermacam kenangan menghampiri satu-satu.
gue inget waktu kenalan pertama kali sama dia,
gue inget waktu gue pertama kali flirting ke dia,
gue inget waktu gue dan dia saling berucap kata sayang,
gue inget waktu kami bergandengan tangan dengan senyum manisnya ditambah gingsul yang membuatnya terlihat lebih manis,
gue inget apa yang udah terjadi selama ini, yang masih tertutup rapat dalam kotak pandora gue dan dia.
perlahan-lahan potongan-potongan flashback ini datang satu persatu.
satu tahun menjalin hubungan memang bukan waktu yang pendek untuk menjalin sebuah hubungan.
banyak cerita yang ada di dalamnya, sama seperti di sebuah komik yg sering gue baca.
kisah flashback aja bisa menghabiskan 3 buku
dan yang pasti flashback kenangan yang paling pertama muncul adalah saat masa-masa yang indah yg udah gue laluin sama dia.
gue emang bukan abege lagi. yang harus mewek-mewek waktu lagi patah hati.
emang bener apa kata emak gue. jangan pernah mencintai segala sesuatu secara berlebihan.
tapi perasaan nggak bisa dikontrol kan, mom?
hehe
tanpa sadar playlist di hape lagi muter lagunya Owl City berjudul Silhoutte.
dan membuat gue semakin gagal move on.
ngelirik hape, berharap ada sms dari dia, ternyata nggak ada.
sepertinya kamu benar-benar sudah melupakan aku ya, bahkan hadiah yang kuberikan, kamu kembalikan lagi.
sebuah jersey Manchester United, bertuliskan namamu. yang udah aku cari kemana-mana karena udah nggak diproduksi lagi.
seenggaknya, anggap saja ini sebagai hadiah pertunanganmu...
semoga di lain kesempatan, gue bisa ngobrol bareng dia, buat menjelaskan semua.
semua yang terlambat buat gue jelaskan sekarang.
semua yang terlambat gue lakun buat mempertahankan dia.
entah kapan kesempatan itu datang, mungkin waktu gue ama dia udah punya anak masing-masing, atau waktu gue ama dia sudah lelah berjalan lagi? who knows...
well, mungkin untuk saat ini kamu masih menjadi ruang yang kutempati, waktu yang kujalani, dimensi yang susah untuk aku jelaskan apa itu. karena kamu masih ada disana. dihatiku...
dan mungkin gue harus menyiapkan hati gue buat luka-luka yang lain.....
kereta yang akan membawa gue ke kota Bandung malam ini.
perjalanan yang memakan waktu 24 jam ini terasa melelahkan.
sambil membunuh waktu, dan mendapat ilham dari mana, gue malah baca-baca lagi tentang tulisan di blog ini.
blog yang udah lama nggak gue update.
dan gue tersenyum kecil waktu baca postingan tentang perasaan gue waktu patah hati.
perasaan yang sama seperti apa yang gue rasakan sekarang.
****
nafas gue berat. mungkin gajah bisa keluar dari dengusan nafas gue ini.
nggak tau, udah berapa kali gue menghela nafas, mungkin hanya untuk meringankan perasaan berat yang ada di hati ini.
gue ngelihat di samping kursi gue sekarang, masih kosong.
melihat keluar jendela, semua gelap. mungkin hanya terlihat kemerlip lampu jalan yang terlewati oleh kencangnya laju kereta.
sama seperti yang gue rasain sekarang, hati gue rasanya sepi, gelap, dan rasanya ada ruang kosong disana.
****
waktu menunjukan masih pukul 8 malam, kereta ini berhenti di stasiun.
gue nggak tau ini stasiun apa, gue nggak tertarik buat mencari tau.
gue malah tertarik melihat suasana sekitar, ada sepasang suami istri yang sudah tua, yang masih mesra di umur mereka sekarang.
jadi iri kalau ngelihat mereka.
gue menghela nafas lagi.
gue nyetel lagu di hape, You-nya Ten2Five
You.. You turn my whole life so blue
Drowning me so deep, I just can reach myself again
You.. Successfully tore myheart
Now it’s only pieces
Nothing left but pieces of you
kalo lagi patah hati kayak gini, denger lagu kayak gini, bawaannya pingin nangis di bawah shower.
tapi ini di kereta, nggak ada shower. mungkin bisa diganti nangis sambil disiram ember.
****
pikiran gue menerawang,
bermacam kenangan menghampiri satu-satu.
gue inget waktu kenalan pertama kali sama dia,
gue inget waktu gue pertama kali flirting ke dia,
gue inget waktu gue dan dia saling berucap kata sayang,
gue inget waktu kami bergandengan tangan dengan senyum manisnya ditambah gingsul yang membuatnya terlihat lebih manis,
gue inget apa yang udah terjadi selama ini, yang masih tertutup rapat dalam kotak pandora gue dan dia.
perlahan-lahan potongan-potongan flashback ini datang satu persatu.
satu tahun menjalin hubungan memang bukan waktu yang pendek untuk menjalin sebuah hubungan.
banyak cerita yang ada di dalamnya, sama seperti di sebuah komik yg sering gue baca.
kisah flashback aja bisa menghabiskan 3 buku
dan yang pasti flashback kenangan yang paling pertama muncul adalah saat masa-masa yang indah yg udah gue laluin sama dia.
****
gue emang bukan abege lagi. yang harus mewek-mewek waktu lagi patah hati.
emang bener apa kata emak gue. jangan pernah mencintai segala sesuatu secara berlebihan.
tapi perasaan nggak bisa dikontrol kan, mom?
hehe
tanpa sadar playlist di hape lagi muter lagunya Owl City berjudul Silhoutte.
dan membuat gue semakin gagal move on.
ngelirik hape, berharap ada sms dari dia, ternyata nggak ada.
sepertinya kamu benar-benar sudah melupakan aku ya, bahkan hadiah yang kuberikan, kamu kembalikan lagi.
sebuah jersey Manchester United, bertuliskan namamu. yang udah aku cari kemana-mana karena udah nggak diproduksi lagi.
seenggaknya, anggap saja ini sebagai hadiah pertunanganmu...
****
udah ah, kalo bahas masalah ini bakalan nggak selesai-selesai.semoga di lain kesempatan, gue bisa ngobrol bareng dia, buat menjelaskan semua.
semua yang terlambat buat gue jelaskan sekarang.
semua yang terlambat gue lakun buat mempertahankan dia.
entah kapan kesempatan itu datang, mungkin waktu gue ama dia udah punya anak masing-masing, atau waktu gue ama dia sudah lelah berjalan lagi? who knows...
****
well, mungkin untuk saat ini kamu masih menjadi ruang yang kutempati, waktu yang kujalani, dimensi yang susah untuk aku jelaskan apa itu. karena kamu masih ada disana. dihatiku...
dan mungkin gue harus menyiapkan hati gue buat luka-luka yang lain.....
Komentar
Posting Komentar